Kwadungan.ngawikab.id – Kamis (01/07) bertempat di kantor Desa Kwadungan diselenggarakan musdes pendirian BUMDes dan pembentukan BUMDes. Musdes dihadiri oleh Camat Kwadungan beserta kasi pemerintahannya, Kepala Desa Kwadungan beserta perangkatnya dan ketua BPD beserta anggotanya. Musdes dimulai pukul 09.00 WIB.

Badan Usaha Milik Desa atau BUMDes Merupakan usaha desa yang dikelola oleh Pemerintah Desa dan berbadan hukum. Pemerintah Desa dapat mendirikan Badan Usaha Milik Desa sesuai dengan kebutuhan dan potensi Desa. Pembentukan BUMDes ditetapkan dengan Peraturan Desa. Kepengurusan Badan Usaha Milik Desa terdiri dari Pemerintah Desa dan masyarakat desa setempat.

Camat Kwadungan menyampaikan dalam sambutannya BUMDes dibentukan berdasarkan kebijakan Kemendes. Dengan terbentuknya BUMDes dimasing-masing desa diharapkan dapat terbentuk BUMDesma (BUMDes bersama). Dengan begitu desa tidak bergantung pada dana yang bersumber dari pemerintah pusat. Harapan dibentuknya BUMDes yaitu adanya target pembentukan BUMDes meliputi nama BUMDes, pengurus BUMDes dan jenis kegiatan usahanya. BUMDes dibentuk dengan menggali potensi desa, misalnya dibidang pertanian. Bupati Ngawi melalui camat juga menyampaikan ingin membangun BUMDes berdasar dari pembentukan BUMDes dimasing – masing desa. Dengan usaha yaitu berupa pembelian padi hasil panen dengan modal sebesar 5 Miliar rupiah.

Selain menyampaikan mengenai pembentukan BUMDes, Camat Kwadungan juga menyampaikan mengenai perkembangan Covid-19 khususnya mengenai hajatan dimasa pandemi ini. Kabupaten Ngawi termasuk kedalam zona merah dan Kecamatan Kwadungan dikategorikan dalam zona kuning. Hajatan dibatasi hanya boleh digelar hingga maksimal pukul 18.00 WIB. Resepsi hanya diperbolehkan selama 2 jam dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan yang diawasi oleh Satgas Covid-19. Hajatan maksimal tamu sebanyak 100 orang dan tidak boleh makan di tempat. Satgas Covid-19 juga wajib melaporkan kegiatan banyak orang kepada kecamatan seminggu dua kali. Juga mengenai vaksinasi, semua warga yang berumur 18 tahun keatas yang belum divaksin untuk segera didaftarkan ke UPT Puskesmas Kwadungan.

Selanjutnya pendamping desa menyampaikan bahwa pembentukan BUMDes ini merupakan langkah awal antisipasi apabila dana desa yang bersumber dari pemerintah pusat hilang/habis/berganti polanya saat nanti pemerintahan berganti. Dengan desa memiliki unit usaha sendiri sehingga keuntungan yang didapat nanti dapat bermanfaat untuk masyarakat juga sebagai operasional usaha tersebut. Apabila nanti Dana Desa sudah tidak ada, dalam jangka 4 – 5 tahun BUMDes sudah berkembang sehingga desa tidak kebingungan dengan sumber dana untuk pembangunan desa. Pada tahun 2022 nanti Dana Desa akan sedikit dikurangi untuk penyertaan modal BUMDes.

Share and Enjoy !

Shares