Sejarah Desa

Sejarah terbentuknya Desa Kwadungan bermula saat seorang prajurit wanita dari Kediri melakukan perjalanan karena mendapat sebuah tugas penting dari maharaja. Perjalanan yang sangat panjang melewati hutan yang masih belum terjamah manusia. Sampailah prajurit tersebut pada sebuah sungai yang mengalir jernih dan berkelok-kelok indah.

Prajurit yang bernama Panji Semirang tersebut akhirnya berhenti untuk melepas lelah, tidak lama kemudian terdengar suara petir menggelegar dan air sungai bergejolak hebat. Sang prajurit langsung meloncat dari tempat duduknya sambil memasang kuda-kuda waspada dengan sekitarnya. Belum habis rasa terkejutnya dari sungai muncul sasak besar di seberang utara dan satu lagi di seberang selatan.

Tanpa basa basi kedua makhluk tersebut menyerang Panji Semirang dan pertempuran sengit pun terjadi. Hingga akhirnya kedua makhluk tersebut kalah dan tunduk kepada Panji Semirang. Kedua makhluk penunggu sungai yang bernama Danu Moyo dan Danu Sekti akhirnya berjanji sumpah setia untuk menjadi pengikut setianya dan ditugaskan untuk menjaga sungai tersebut dan tidak boleh lagi mengganggu manusia yang hendak lewat atau melintasi tempat tersebut. Pada saat sekarang sungai tersebut dikenal dengan Kalimati (Nambangan) antara Desa Kwadungan dan Desa Gandri.

Setelah memberikan perintah pada dua makhluk tersebut, Panji Semirang memberi nama daerah itu “Kwadungan” dari kata Kwa (Kuat) dan Dungan (Dongane), Kuat Dongane, yang dalam bahasa indonesia berarti kuat berdo’a kepada Sang Pencipta. Akhirnya Panji Semirang meneruskan perjalanan tugasnya. Setelah selesai akhirnya kembali ke hutan Kwadungan dan mulai menetap.

Share and Enjoy !

Shares